What is Tasyji' Ghonam?



Sebenarnya apa apa yang dimaksud dengan Tasyji’ Ghonam? Dari mana asal kata Tasyji’ Ghonam? Jika ditinjau dari aspek etimolgi, kata Tasyji’ itu diambil dari kosakata Bahasa Arab dalam bentuk mashdar dari kata Syajja’a – Yusyajji’u – Tasyjii’an yang dalam Mu’jam Ma’ani artinya mendorong, memberi semangat, membesarkan hati, dan menganjurkan, atau dalam istilah lain berarti memotivasi. Sedangkan arti kata Ghonam ialah kambing. Jika dua kata tersebut dipadukan akan memiliki dua makna; pertama, memotivasi kambing, kedua, motivasi kambing. Dalam hal ini makna yang paling tepat ialah makna yang kedua, motivasi kambing. Adapun makna memotivasi kambing tidak tepat karena tidak ada benefitnya memotivasi kambing. Kita saja masih butuh banyak motivasi untuk maju, lantas kenapa kita susah-susah memotivasi kambing yang tidak bakal maju?! hehe
Kata Tasyji’ Ghonam sering didengungkan waktu saya di pondok. Kata ini dimaksudkan sebagai motivasi Ustadz kepada muridnya agar rajin belajar, motivasi pengurus asrama kepada anggotanya agar menaati disiplin pondok, motivasi pengurus klub kepada anggotanya agar rajin berlatih, dan lain sebagainya. Motivasi tersebut disampaikan dengan bahasa yang khas nan unik, bahkan terkadang tidak jelas kemana arahnya meskipun intinya hampir sama.
Kata Tasyji’ Ghonam jika ditinjau dari aspek terminologi akan memberikan banyak penafsiran. Saya sendiri pun memiliki penafsiran tersendiri tentang itu hingga kata tersebut saya jadikan sebagai nama blog ini. Kata Tasyji’ Ghonam (motivasi kambing) bermakna motivasi yang walaupun sering dianggap remeh, namun sejatinya jika diteliti lebih lanjut maka ia memiliki banyak manfaat layaknya kambing.
Tak asing lagi bahwa manfaat kambing menyerupai sapi. Ia merupakan hewan yang dimuliakan dalam Islam. Dalam Islam ia digunakan sebagai hewan kurban. Kisah tentang kambing ketika zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il tak bisa dilupakan sejarah. Sebagai umat Islam, kita harus tahu jika hewan yang dimuliakan ini memiliki bagian tubuh, susu, bahkan kotoran yang bisa dimanfaatkan.
Kulit kambing bisa dimanfaatkan untuk berbagai kerajinan atau kerupuk kulit. Dagingnya bisa dikonsumsi menjadi berbagai varian menu makanan. Daging kambing memiliki kandungan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan manusia. Daging kambing merupakan sumber energi yang cukup besar, dapat membentuk otot, mencegah anemia, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sumber antioksidan, menjaga kesehatan mata, sistem saraf, mental, meningkatkan kolesterol baik dan bagus untuk kesehatan tulang.
Sedangkan susu kambing sendiri mengandung banyak kandungan nutrisi yang sama dengan kandungan nutrisi pada Air Susu Ibu (ASI). Dari kandungan nutrisinya, susu kambing merupakan sumber kalsium dan antioksidan, dapat mengobati anemia, sebagai probiotik dan mengandung asam lemak baik.
Selain itu, kotoran kambing bisa diolah untuk berbagai manfaat, salah satunya sebagai pupuk organik. Pupuk organik adalah pupuk yang diolah tanpa menggunakan bahan-bahan kimia. Ia bermanfaat untuk meningkatkan kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman, meningkatkan produktivitas tanaman, merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun, menggemburkan dan menyuburkan tanah, penyedia hara makro dan mikro, meningkatkan kapasitas tukar kation tanah dan membentuk senyawa kompleks dengan ion logam yang meracuni tanaman seperti alumuniaum, besi dan mangan.
Seperti itulah manfaat kambing. Tidak ada yang sia-sia dari kambing. Semuanya bisa dimanfaatkan asal tahu bagaimana cara memprosesnya. Mungkin Tasyji’ Ghonam pun juga seperti itu, hanya bisa dinikmati dan diambil manfaatnya hanya bagi orang yang mau merenungkan, meneliti dan mencermatinya.
Insyaallah konten blog ini akan memuat banyak sekali Tasyji’ Ghonam yang berbentuk cerita, curhatan, renungan dan semisalnya. Semuanya ditujukan untuk memotivasi diri sendiri khususnya, dan menginspirasi bagi orang lain secara umum.
Selamat merenungkan! :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ngeblog

Aku akan melamarmu lagi