Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Biarkan Aku Duduk Manis

Biarkan aku duduk manis sembari menikmati teh yang tertuang di sepotong cangkir kehidupan merenungi agustus yang kian tua dan senja yang tak mampu lagi mengeja sebaris lara yang tergores kata-kata yang kau lafalkan di penghujung jumpa Biar..., biarkan aku duduk manis sembari mengatupkan sepasang binar mataku dan memutar masa silam mengetuk pintu kenangan saat kata-kata manismu menari-nari di taman jiwaku dan sorot matamu yang sayu bergelayutan di nyanyianku sampai aku lengah dan terlupa bahwa ada perih yang masih tersisa Ponorogo, 29/08/18

Melangit

Entah mengapa tiba-tiba aku ingat setangkai senyummu yang kau letakkan begitu saja di kelopak mataku bersahaja menyejukkan kerongkongan jiwaku yang dahaga cinta Engkau datang dengan seribu sayap asa yang kau kepak-kepakkan di hadapanku mengajakku terbang menembus cakrawala agar cinta kita tak hanya bersemayam di bumi tapi juga melangit Ponorogo, 18/08/18

Maafkan kami

Dulu begitu gemuruh teriak kami bahwa kita serupa satu tubuh, bila ada satu anggota yang terluka, niscaya seluruhnya turut merasa. Namun entah mengapa, kini kami begitu tega merangkai tawa di atas duka, bersenda gurau saat kalian risau, pura-pura lupa saat kalian lara. Ah, mungkin kami sudah mati rasa. Aduhai, haruskah bumi bergoyang di bawah kaki kami dahulu? Haruskah rumah-rumah kami rata dengan tanah dahulu? Haruskah semua itu terjadi baru kami bisa menyadari? Maafkan kami, saudaraku. Maafkan kami yang tak pandai merapal doa-doa agar malaikat bersedia memayungi kalian. Maafkan kami yang begitu kikir, hingga tak serupiahpun terderma untuk kalian. Maafkan kami yang tak pernah tahu harus menjawab apa saat kelak Allah menanyai kami tentang kalian. Ponorogo, 06/08/2018

Maafkan Aku

Maafkan aku yang tak kuasa menahan busur senyummu agar tidak menancap di hatiku Maafkan aku yang tak kuasa membendung sorot matamu agar tidak mencumbui kelopak mataku Maafkan aku yang tak kuasa memasung penaku agar tidak mempuisikanmu Maafkan aku yang tak kuasa menikam angin malam agar tidak mengabarkanmu bahwa petang ini aku merindumu Ponorogo, 02/08/2018