Melangit

Entah mengapa tiba-tiba aku ingat setangkai senyummu
yang kau letakkan begitu saja di kelopak mataku
bersahaja menyejukkan kerongkongan jiwaku yang dahaga cinta

Engkau datang dengan seribu sayap asa
yang kau kepak-kepakkan di hadapanku
mengajakku terbang menembus cakrawala
agar cinta kita tak hanya bersemayam di bumi
tapi juga melangit

Ponorogo, 18/08/18

Komentar

Postingan populer dari blog ini

What is Tasyji' Ghonam?

Ngeblog

Aku akan melamarmu lagi