BUNCAH

Aku buncah 
Bagaimana jika esok Engkau menyoaliku tentang aku yang berpongah?
tentang aku yang sedikitpun tak canggung mendurjanai-Mu?
Aku buncah
Bagaimana aku harus meronce jawabnya?
Kemana aku harus mencari payung yang kan menaungiku?

Detik demi detik bergerak begitu lincah
Sementara aku senantiasa melengah diri dengan fantasi sampah
Hingga aku lena perihal bekal untuk safar panjangku
Seolah nyawa kan terus memelukku dan maut takkan melepasku dari pelukannya
Celaka aku!

O, Kasihku, aku telah menghampiri-Mu
Aku jera. Belaskasihi aku, ringankan siksaku. 
Sungguh, tiada payung yang kan menaungiku melainkan payung-Mu.

Kampung Damai, 17/07/2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

What is Tasyji' Ghonam?

Ngeblog

Aku akan melamarmu lagi